Minggu sore (24/02) langit Surabaya berawan, termasuk kawasan Kembang Jepun. Ratusan orang sudah berada di pintu gerbang barat kya-kya untuk persiapan parade lampion massal. Sebuah acara disiapkan untuk merayakan Cap Go Meh.
Lampion di tangan tiap peserta parade seperti titk-titik merah di tengah jalan Kembang Jepun. Menjelang petang, titik merah lampion bertambah banyak, lalu-lalang, kemudian berbaris sebelum berjalan bersama di tengah rintik hujan.
Hari raya Cap Go Meh juga disebut Yuanxi, Yuanye atau Shang Yuanjie dalam bahasa Tionghoa. Malam Cap Go Meh adalah malam pertama bulan purnama setiap tahun baru. Pada malam itu, rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan memasang lampion berwarna-warni, maka festival ini juga disebut sebagai “hari raya lampion”.
Minggu sore itu, lampion menjadi dialog bagi masyarakat Tionghoa dengan warga Surabaya lainnya. Dialog hangat di tengah kota yang sarat dengan persimpangan kultur dan keyakinan.
Teks/foto: mamuk ismuntoro
Sizes: S ·
M ·
Large |
Your preferred size: S ·
M ·
L ·
O
Camera: Nikon Corporation (Nikon D100 ) |
Original size: 722px x 480px |
Current: 722px x 480px |